adss

Namanya juga teman


Namanya juga teman

Bobby seorang murid teladan, pintar, tetapi dia miskin, teman kelasnya mempunyai hp semua hanya dia yang tidak punya hp,
Febri murid yang nakal, dia muak dengan Bobby yang sok pinter, kaya.

Disaat Febri mengejeknya;
Febri: “hey bob hp kamu mana? Katanya mau beli?”
Bobby: “lagi ngumpulin uang feb”
Febri: “ah kamu ngomongnya gitu terus, huff”

dia iri terhadap temannya itu,
Disaat bel istirahat semua orang dikelas pergi untuk kekantin, dan dikelas hanya ada Bobby dan febri, Bobby sedang fokus mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya, Febri sedang bermain HP, dan akhirnya si Febri keluar untuk jajan, tetapi Febri meninggalkan hpnya diatas mejanya, Bobby dia berniat untuk mengambil hp tersebut, tetapi dia ingat dengan orang tuanya adalah orang yang tidak berkecukupan, tetapi dia memilih untuk dikembalikan HP itu ke Febri, Dan pada saat dia menyentuh hp tersebut tiba-tiba si Febri masuk ke kelas dan;

Febri: “hei bob lu ngapain?”
Bobby: “gak ini hp kamu ketinggalan”
Febri: “lah,, hp aku kenapa ada sama kamu, kamu mau ngambil hp aku ya? *berteriak; WOI BOBBY NGAMBIL HP AKU!
*datanglah segerombol orang dan melihat Bobby dan Febri.
Bobby: “tidak-tidak bukan seperti itu”
Febri: “kamu ini yah, ayo ikut aku kekantor kepsek”

Tiba-tiba seorang cewek namanya Ani membantah
Ani: “hei bentar dulu… kamu mau ngapain Bobby?”
Febri: “ah jangan ikut campur, ayo kita kekantor”
Bobby: “tidak, tidak aku tidak bermaksud mengambil hp kamu”

Ani: “aku tau ini semua perbuatan kamu kan?
Febri: “apaan maksud kamu hah?
Ani: “Tadi saya melihat kamu saat istirahat, kamu tadi sengaja meletakkan hp kamu di atas meja, benarkan?
Febri: “wah, wah,, sok tau banget kamu, mana buktinya?, tidak adakan? Ayo kita kekantor.

Dan setelah itu si Febri membawa Bobby kekantor, Bobby diceramahi kepsek dan karena perbuatannya tersebut, Bobby diskors 3 hari.

*Keesokan harinya tanpa Bobby
*Seluruh orang dikelas membicarakan Bobby
*wah aku tidak menyangka ternyata si Bobby orangnya gitu
*iya, padahal aku kira dia orangnya polos tetapi ternyata dia orangnya begitu.

Dan bel pulangpun berbunyi…
Disaat si Febri pulang jalan kaki sambil bermain HP tiba-tiba datanglah seorang Perampok..

Perampok: “hoi, Serahkan HP itu atau saya bunuh!”
Febri: “Jangan-jangan, jangan bunuh saya (diberikannyalah HP itu)

*dia berteriak minta tolong tetapi disana daerah sepi, tidak ada yang menolongnya, tetapi pada saat itu ternyata si Bobby sedang lewat daerah itu karena dia membeli makanan, dan dia menghadang perampok itu dan;

Perampok: “kamu siapa?”
Bobby: “tidak penting siapa saya, serahkan HP itu!”
Perampok: “kamuuuu iniiii…!!!”

*berkelahilah mereka si Febri diam saja disana, dan disaat itu Bobby berhasil memegang tangan Perampok itu yang sedang memegang HP itu dengan kedua tangannya, dia dipukul terus oleh Perampok itu, dia tidak melepas-lepaskan genggaman kedua tangannya itu, dan tiba-tiba ada 2 pengemudi motor lewat dan ke2 pengemudi motor itu menolong si Bobby, karena Perampok sadar karena dia tidak sanggup melawan ke2 pengemudi tersebut, kemudian dia kabur dan melepaskan genggamannya saat memegang HP, HP itu jatuh dan diambil oleh Bobby.

Febri: “bob kamu tidak apa-apa?
Bobby: “(aduh) iya tidak apa, nih HP kamu?
Febri: “(terdiam sejenak)… te..rima ka..sih bob, telah bantuin saya, padahal saya sering jahatin kamu, kok mau malah bantuin saya?”
Bobby: “namanya juga teman, jadi harus tolong menolong,”
Febri: “bob, maaf soal kemarin, soal kemarin… sebenarnya itu.. perbuatanku, maafkan aku bob, aku janji besok akan kuberi tahu semuanya kesemua orang dikelas dan kepala sekolah, kalau yang kemarin itu salah aku, sekali lagi maafkan aku bob”

*keesokan harinya
*saat jam istirahat

Febri: “teman-teman minta perhatiannya sebentar”
*sekelas hening

Febri: “soal kemarin Bobby mengambil HP aku,,, itu,, itu perbuatanku yang aku sengaja, jadi itu bukan salah Bobby, maafkan aku…

*seluruh orang dikelas tiba-tiba bersorak-sorak..
“uuu,, Pembohong!! … Pemfitnah…!!”

Dan si Febripun duduk kembali ketempat duduknya, dan dia juga meminta maaf kepada Ani,

Febri: “ani maaf soal kemarin, kamu benar maafkan aku”
Ani: “(diam) … (dan bicara) … yaudah, aku maafin, tapi kamu udah minta maaf ke Bobby kan?
Febri: “(menyesali perbuatannya) iya udah ni”

Dan keesokan harinya Bobby masuk sekolah setelah melewati hari Skorsing, dan semua teman sekelasnya, meminta maaf karena salah sangka kepada Bobby, Bobby dan Febri akhirnya menjadi sahabat sejati.

0 Response to "Namanya juga teman"

Post a Comment

Komentar yang bener
Jangan jualan/promosi
Oke dah..